LABIAPLASTY DAN KEHAMILAN 

Rapikan-Miss-V-Kuret-Suntikan-fotor-20230713151752.jpg
Di Tinjau Oleh :

15 Februari 2024 | Dr. Linda Afiaty

LABIAPLASTY DAN KEHAMILAN 

 

Saat ini, prosedur Labiaplasty telah semakin populer. Alasannya adalah Labiaplasty mampu mengatasi masalah, memberikan kenyamanan lebih, dan membantu wanita mendapatkan kembali kepercayaan diri seksualnya. Namun, masih banyak yang belum benar-benar mengetahui informasi mengenai prosedur labiaplasty ini. 

Salah satu kekhawatiran paling umum mengenai labiaplasty adalah dampaknya terhadap kehamilan dan persalinan. Seringkali pasien bertanya : Apakah lebih baik melakukan labiaplasty sebelum atau sesudah kehamilan? Pilihan yang tepat sepenuhnya tergantung pada kebutuhan dan tujuannya. 

 

 

 

LABIAPLASTY

Labiaplasty adalah jenis operasi kosmetik yang dilakukan pada wanita dengan labia besar atau berbentuk tidak beraturan. Ukuran labia (bibir bagian dalam vagina) biasanya berkisar antara 0,7 hingga 5 cm. Beberapa wanita memiliki labia yang lebih besar dari biasanya sehingga dapat menimbulkan masalah. Selama labiaplasty, dokter bedah plastik akan mengangkat jaringan berlebih untuk memangkas labia. 

Mengapa sebagian besar wanita menjalani labiaplasty setelah kehamilan? Beberapa wanita dilahirkan dengan labia besar yang tidak lazim, namun ada juga yang mengalami kondisi ini setelah kehamilan dan persalinan. 

Saat melahirkan, labia bisa meregang atau robek. Labia akan menyembuhkan dan memperbaiki diri seiring waktu, tapi tidak pada kasus tertentu. Karena potensi labia meregang setiap kali melahirkan, kebanyakan wanita menunggu sampai mereka selesai membesarkan anak untuk menjalani prosedur ini. Jika tidak, melahirkan kembali dapat membuat labia kembali meregang. 

Perlu diingat bahwa menjalani prosedur ini tidak akan mempengaruhi kemampuan untuk mengandung atau melahirkan anak hingga cukup bulan. Namun, tidak disarankan untuk langsung hamil setelah menjalani labiaplasty. 

 

 

 

Labiaplasty Sebelum Kehamilan

Ketertarikan pada prosedur labiaplasty adalah wajar mengingat pengaruhnya terhadap vagina. Labiaplasty biasanya merupakan prosedur efektif yang bertujuan untuk memperbaiki masalah kosmetik yang melibatkan bibir vagina. Bagi kebanyakan wanita, ini dapat mengatasi masalah ukuran yang tidak konsisten, kelebihan kulit, dan ketidaknyamanan. 

Estetika vagina adalah topik yang berbeda-beda, jadi detail prosedurnya bergantung sepenuhnya pada kebutuhan wanita. Meskipun sebagian besar berkaitan dengan penampilan, banyak wanita juga merasakan manfaat fungsional seperti berkurangnya rasa sakit saat berhubungan seksual dan lebih nyaman saat mengenakan pakaian ketat. 

Apapun tujuan Anda melakukan labiaplasty, tidak dapat disangkal bahwa prosedur ini mengakibatkan perubahan fisik pada jaringan. Tapi apakah itu mempengaruhi kehamilan? Labiaplasty tidak menimbulkan resiko apapun bagi wanita yang ingin hamil. Setelah prosedur pembedahan seperti labiaplasty, fungsi penting vagina tetap utuh. Oleh karena itu, sangat aman untuk melakukan labiaplasty sebelum kehamilan. Faktanya, banyak wanita yang mendapatkan manfaat dari prosedur ini. 

Kasus hipertrofi labial dan pembesaran jaringan dapat menimbulkan rasa sakit bagi banyak wanita. Ketidaknyamanan ini dapat menyebabkan masalah saat berhubungan intim. Ditambah lagi dengan dampaknya terhadap harga diri seseorang, dan masalah estetika dapat berdampak negatif terhadap kesehatan seksual. 

Dalam kasus tersebut, labiaplasty sebelum kehamilan patut dipertimbangkan. Tidak ada jawaban sederhana apakah harus menunggu untuk memulai sebuah keluarga atau tidak. Namun, memilih menjalani labiaplasty sebelum hamil tidak akan mempengaruhi kemampuan wanita untuk hamil atau melahirkan di kemudian hari.

 

 

     

 

 

Labiaplasty Setelah Kehamilan 

Biasanya dokter bedah akan menganjurkan wanita untuk menjalani labiaplasty setelah kehamilan. Ada beberapa alasan untuk ini. Pertama, labia minora dan labia mayora vagina bisa berubah selama kehamilan. Tubuh setiap wanita merespons secara berbeda terhadap proses biologis yang terjadi selama keajaiban kehidupan. Namun, banyak yang mengalami pertumbuhan labial yang signifikan. Hal ini sebagian besar terjadi pada tahap akhir kehamilan ketika tubuh mengalami banyak perubahan hormonal. 

Meskipun pembengkakan labia bisa sedikit berkurang, namun bisa juga bersifat permanen. Jika menjalani labiaplasty sebelum kehamilan, hasilnya bisa berubah setelah melahirkan dan pada dasarnya membalikkan hasil. Karena alasan ini, banyak wanita memilih untuk mencari perawatan lebih lanjut untuk mengatasi perubahan kosmetik tambahan tersebut. 

Manfaat lain dari menunggu labiaplasty setelah kehamilan adalah dapat memadukannya dengan operasi lain. Persalinan per vaginam dapat merusak kandung kemih dan dinding rektum di vagina dan dapat diperbaiki bersamaan dengan labiaplasty. Banyak wanita memilih untuk menjalani labiaplasty bersamaan dengan perineoplasty. 

Perineoplasty adalah prosedur operasi untuk mengatasi robekan obstetrik antara vagina dan anus. Prosedur ini memperbaiki jaringan untuk mengembalikan anatomi dan fungsi normal. Perineoplasty mengembalikan tampilan bukaan vagina serta kekencangan vagina saat berhubungan intim. Selain perineoplasty, bisa memadukan labiaplasty dengan pengencangan vagina. 

Beberapa dokter bedah juga dapat memasukkan labiaplasty sebagai bagian dari paket “Mommy Makeover” yang lebih komprehensif. Waktu pastinya akan berbeda-beda. Namun, wanita biasanya harus pulih 3 hingga 6 bulan setelah melahirkan sebelum mempertimbangkan labiaplasty atau perbaikan vagina lainnya. Tidak ada pilihan benar atau salah mengenai apakah harus menjalani labiaplasty setelah kehamilan atau sebelumnya. Prosedur ini tidak mempengaruhi kemampuan untuk hamil. Jika sudah mengalami ketidaknyamanan atau rasa minder yang signifikan, labiaplasty dapat dilakukan secepatnya.  

Labiaplasty adalah prosedur yang sangat populer untuk mengecilkan tampilan labia, sehingga meningkatkan kenyamanan dan kepercayaan diri. Selama kehamilan, seiring dengan berbagai perubahan lain pada hormon dan penampilan tubuh wanita, penampilan labia juga bisa berubah. 

 

Beberapa pertanyaan seputar Labiaplasty dan kehamilan seperti : 

  • Apakah aman melakukan labiaplasty sebelum, selama, atau setelah kehamilan? 
  • Bisakah Melakukan Labiaplasty Saat Saya Hamil? 
  • Apakah Labiaplasty harus dihindari saat  sedang hamil ?

 

Ada berbagai alasan mengapa hal ini terjadi, namun inilah tiga alasan yang paling penting, yaitu :

  1. Labiaplasty Membutuhkan Anestesi Umum 

Labiaplasty terkadang memerlukan anestesi umum, sehingga harus menjalani keseluruhan prosedur. Sudah jelas bahwa anestesi umum harus dihindari saat hamil. 

2. Labia Akan Berubah Selama Kehamilan 

Alasan kedua adalah perubahan hormonal ekstrim yang terjadi selama kehamilan dapat menyebabkan labia membengkak, dan setelah hamil ukuran labia dapat menyusut. Oleh karena itu, meskipun wanita tidak puas dengan penampilan labia sebelum hamil, sebaiknya menunggu hingga setelah melahirkan untuk menjalani prosedur ini. 

3. Melahirkan Dapat Mengubah Labia 

Tindakan melahirkan sebenarnya dapat mengubah penampilan labia. Saat melahirkan, labia bisa robek atau membesar, jadi prosedur apa pun harus ditunda hingga setelah melahirkan.

 

Bolehkah Melakukan Labiaplasty Sebelum Hamil? 

Jika  berencana untuk hamil di masa depan, umumnya disarankan untuk menghindari labiaplasty. Tidak ada alasan keamanan yang nyata untuk menghindari labiaplasty sebelum kehamilan, melainkan untuk menghindari prosedur dua kali. Seperti yang telah disebutkan di atas, tampilan labia dapat berubah secara drastis selama kehamilan dan persalinan, oleh karena itu disarankan untuk menunggu hingga selesai memiliki anak untuk menjalani labiaplasty.

Bisakah Melakukan Labiaplasty Setelah Kehamilan? 

Setelah hamil, tidak ada yang bisa menghentikan untuk melakukan labiaplasty, terutama jika tidak berencana memiliki anak lagi di kemudian hari. Namun, setiap kasus berbeda dan wanita harus berkonsultasi dengan dokter bedah plastik sebelum menjalani prosedur ini.

Bagaimana dengan menjalani labiaplasty segera setelah melahirkan? 

Jika memutuskan untuk menunggu prosedur ini sampai setelah melahirkan, maka lakukanlah secepatnya. Tapi sayangnya hal ini tidak dianjurkan. Karena tubuh memerlukan waktu untuk pulih sepenuhnya setelah melahirkan. Tubuh akan terus berubah seiring berjalannya waktu, seperti itu juga saat kehamilan terjadi. Setelah melahirkan, jaringan akan menyusut . Secara umum, harus menunggu setidaknya 3 hingga 6  bulan setelah melahirkan untuk menjalani Labiaplasty.

Labia yang besar dan tidak biasa dapat menyebabkan berbagai masalah bagi wanita, termasuk rasa malu, rasa tidak percaya diri, dan bahkan nyeri fisik saat berhubungan intim atau saat berolahraga. Terkadang, berjalan-jalan dengan celana ketat saja bisa menimbulkan ketidaknyamanan. Itu sebabnya tidak semua wanita mau menunggu karena tidak mempengaruhi kesuburan.

Labiaplasty dapat dilakukan sebelum maupun setelah kehamilan. Namun, sebaiknya wanita tidak hamil dalam waktu dekat. Butuh waktu bagi tubuh untuk pulih sepenuhnya dari prosedur ini. Lamanya waktu yang tepat untuk menunggu adalah keputusan yang pasien yang dibuat bersama dokter bedah plastik.

 

 

Operasi Labiaplasty di Jakarta, Inov Glow Plastic Surgery

Inov Glow Plastic Surgery terdepan sebagai pelopor dan terkenal sebagai spesialis dalam Operasi Labiaplasty di Jakarta. Oleh karena itu, Inov Glow Plastic Surgery berkomitmen untuk memahami kebutuhan individu yang mungkin merasa perlu memperbaiki dan menyempurnakannya.

Seiring dengan komitmen tersebut, Inov Glow Plastic Surgery diperkuat oleh tim dokter bedah plastik yang tak hanya berpengalaman puluhan-tahun tetapi juga dedikatif. Dalam setiap langkah, mulai dari konsultasi awal hingga prosedur sebenarnya, pasien mendapatkan panduan lengkap. Mereka diberikan wawasan tentang prosedur, potensi hasil, hingga proses pemulihan. Dengan pendekatan personal yang mendalam, Inov Glow Plastic Surgery berupaya keras untuk memastikan bahwa setiap pasien mendapat solusi yang paling sesuai dengan keinginan dan ekspektasi mereka.

Selanjutnya, keunggulan signifikan lain dari Inov Glow Plastic Surgery adalah semua peralatan yang dimiliki merupakan teknologi canggih dan terkini. Sebelum memutuskan untuk menjalani operasi, pasien memiliki kesempatan untuk melihat simulasi hasil yang diharapkan. Tentunya, hal ini sangat membantu dalam memberikan gambaran yang pasti serta membantu pasien dalam menentukan keputusan.

Jadi, bila Anda sedang berada di titik di mana Anda mempertimbangkan Operasi Labiaplasty, ingatlah bahwa Inov Glow Plastic Surgery adalah pilihan terbaik dan berkualitas. Di sini, aspirasi kecantikan Anda menjadi prioritas utama kami.

 


Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *


TEST LOGO 1.1

Untuk Memberikan Pelayanan Kepada Semua Pasien KLINIK BEDAH PLASTIK INOV GLOW.

Adalah KLINIK UTAMA NO IZIN 198/B.15B/31.72.02.1006.14.K- 3.B/3/-1.779.3/e/2022

Tindakan Operasi Di Lakukan Di KLINIK BEDAH PLASTIK INOV GLOW, Dan Tidak Berpindah Pindah ,tetap Dan Selama Nya Ada Di :
JL : Agung Niaga V Blok G 5 Nomor 25 Sunter Agung. Jakarta Utara.

Telpon : 021 6583 6061
Telpon : 021 6583 6059
HP/WA : 0811 8038 865

TINDAKAN DI KERJAKAN OLEH TIM DOKTER SPESIALIS BEDAH PLASTIK YANG PROFESIONAL & BERPENGALAMAN PULUHAN TAHUN. Serta Memiliki Sip Resmi Yang Ber Alamat Di KLINIK BEDAH PLASTIK INOV GLOW.

Copyright KLINIK BEDAH PLASTIK INOVGLOW

error: COPY PROTECTION!!